Ramai “Mainframe” BPRD Jakarta Rp 128 Miliar, Ini 10 Superkomputer Termahal di Dunia

Dipublikasikan oleh Bimasoft pada

Superkomputer Termahal di Dunia

Superkomputer Termahal di Dunia. Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta menganggarkan dana Rp 128,9 miliar untuk pengadaan satu unit komputer, lengkap dengan perangkatnya. Komputer yang dimaksud adalah komputer “mainframe”. Adapun dalam RAPBD DKI Jakarta, komputer mainframe yang dimaksud sudah disebut merek dan serinya secara spesifik. Merek yang dimaksud adalah IBM bertipe ZR1 dari seri z14 (tipe mesin 3907). Harga satu unitnya ditulis dalam RAPBD sebesar Rp 66,6 miliar. Namun, angka Rp 66 miliar itu ternyata belum apa-apa dibandingkan dengan harga superkomputer yang dibuat oleh vendor-vendor IT dunia.

Penasaran seperti apa produk yang dibanderol dengan harga fantastis tersebut? Berikut daftar 10 Superkomputer Termahal di Dunia, dikutip dari The Richest.

IBM Roadrunner (Rp 182 miliar)

Sesuai dengan namanya, superkomputer ini dibangun oleh IBM di Laboratorium Nasional Los Alamos, New Mexico, Amerika Serikat.

Superkomputer ini dirancang untuk mampu melakukan pemrosesan dengan kecepatan 1,7 petaflops. Meskipun begitu, pencapaian tertinggi IBM Roadrunner terjadi pada November 2008 dengan besaran 1.456 petaflops. Dengan daya yang dibutuhkan sebesar 444,94 megaflops per watt, menjadikan IBM Roadrunner sebagai superkomputer dengan energi terefisien ke-empat di dunia, versi Supermicro Green500.

Vulcan Bluegene (Rp 1,4 triliun)

Vulcan Bluegene merupakan proyek arsitektur untuk memproduksi beberapa superkomputer. Superkomputer ini dirancang untuk mampu dioperasikan dengan kecepatan petaFlops. Meskipun begitu, Blue Gene hanya mampu melaju dengan kecepatan hampir 500 teraFlops. Super komputer ini dikembangkan bersama-sama oleh IBM, Laboratorium Nasional Lawrence Livermore, Departemen Energi Amerika Serikat, dan akademia. Saat ini Blue Gene merupakan superkomputer tercepat kesembilan di dunia menurut Top500.org. BlueGene/Q adalah generasi ketiga dari proyek-proyek IBM (setelah BlueGene/L dan BlueGene/P) yang bertujuan untuk menciptakan superkomputer, yang dapat mencapai kecepatan operasi dalam kisaran PFLOPS, dengan konsumsi daya yang rendah.

SuperMUC (Rp 1,5 triliun)

Sistem ini menggunakan server buatan IBM yang beroperasi di Linux dan berisi lebih dari 19.000 prosesor Intel dan Westmere-EX, serta memiliki kinerja puncak di atas 3 PFLOPS.

SuperMUC saat ini menempati posisi sebagai superkomputer tercepat ke-14 di dunia. Tak hanya itu, SuperMUC juga digunakan oleh para peneliti Eropa di sejumlah bidang.

Trinity (Rp 2,4 triliun)

Superkomputer ini dioperasikan oleh Laboratorium Nasional Los Alamos dan Sandia National Laboratories. Pemerintah Amerika Serikat menawarkan kepada produsen superkomputer Cray kontrak senilai Rp 2,4 triliun, untuk membangun superkomputer Cray XC ini bersama dengan sistem penyimpanan Cray Sonexion untuk Administrasi Keamanan Nuklir Nasional (NNSA). Trinity akan digunakan untuk menjaga agar persenjataan nuklir Amerika tetap aman dan efektif.

Sequoia Bluegene/Q (Rp 3,5 triliun)

Superkomputer Sequoia BlueGene/Q dikembangkan oleh IBM. Sequoia yaitu sebuah sistem IBM BlueGene/Q yang terpasang di Lawrence Livermore National Laboratory. Sequoia juga merupakan superkomputer pertama yang melintasi 10 petaFLOPS dari kinerja yang berkelanjutan. Perangkat ini juga pernah merasakan titel sebagai yang tercepat di dunia, setidaknya hingga Juni 2012 lalu. Sequoia digunakan oleh perusahaan nuklir negara AS untuk menyimulasikan umur dari senjata nuklir.

ASC Purple and Bluegene/L (Rp 4 triliun)

ASC Purple dibangun di Laboratorium Lawrence Livermore dengan lima tahap Departemen Energi AS dan Program Simulasi dan Komputasi Advanced milik NNSA. Dibuat untuk mensimulasikan dan mengganti pengujian WMD (weapon of mass destruction) secara langsung. BlueGene/L berfokus pada bidang ilmiah penting, seperti memprediksi perubahan iklim global, dan mempelajari interaksi antara kepadatan dan polusi atmosfer. Superkomputer ini datang sebagai satu paket. Kedua komputer tersebut diumumkan oleh DoE pada tahun 2002 untuk dikontrakkan ke IBM seharga Rp 4 triliun. Mereka dipasang pada tahun 2005 di Lawrence Livermore Lab.

Sierra And Summit (Rp 4,5 triliun)

Dua superkomputer ini dirancang dengan menggunakan Power Server IBM, dan akselerator Nvidia Tesla GPU. Keduanya dipasang pada 2017. Seperti yang diketahui sekarang, Tianhe-2 milik Tiongkok jadi superkomputer tercepat di dunia. Kekuatannya saja mencapai 55 PFLOPS, dua kali lipat dibanding runner up-nya. Sementara sistem Sierra nanti akan melampaui 100 PFLOPS dan Summit-nya akan memiliki kapabilitas sebanyak 300 PFLOPS.

Fungsi Sierra yang ada di Laboratorium Nasional Lawrence Livermore yaitu untuk menjamin keamanan dan efektivitas program nuklir nasional. Sementara Summit akan sangat bermanfaat bagi aplikasi ilmu pengetahuan di dunia.

Tianhe-2 (Rp 5,4 triliun)

Tianhe-2 atau “Gugusan Bima Sakti 2”, jadi superkomputer tercepat di dunia. Tim yang terdiri dari 1.300 ilmuwan dan insinyur sudah merancangnya. Adapun lokasinya ada di National Supercomputer Center, yang ada di Guangzhou, Tiongkok. Rekornya sebagai yang tercepat pertama sudah didapatkan sejak tahun 2013. 863 High Technology Program menjadi sponsornya. Sementara inisiatornya adalah pemerintah negara Tiongkok dan provinsi Guangzhou sendiri. Tianhe-2 ini dibangun di National University of Defense Technology (NUDT) Tiongkok. Hal itu diputuskan pasca Amerika Serikat menolak aplikasi Intel untuk lisensi ekspor CPU dan co-processor boards. Superkomputer ini bisa mencapai 33.860 triliun kalkulasi per detik.

Earth Simulator (Rp 7 triliun)

Earth Simulator dikembangkan oleh pemerintah Jepang pada tahun 1997. Biaya untuk proyek ini sebesar 60 miliar yen. Kalau diubah dalam bentuk dollar AS masa kini, harganya setara dengan 500-an juta dollar atau Rp 7 triliun. Benda ini digunakan untuk model iklim global, mengeluasi efek dari global warming serta permasalahan padat bumi geofisika. Pada tahun 2002, proyek superkomputer ini rampung. Ia dikembangkan untuk Agensi Aerospace Exploration, Institut Atomic Energy Research dan Marine Science & Technology Center Jepang. Dari tahun itu sampai tahun 2004, Earth Simulator jadi superkomputer paling cepat. Sistemnya memiliki fitur-fitur yang bisa melindungi komputer dari gempa bumi dan pencahayaan.

Fujitsu K (Rp 16,8 triliun)

Ini dia superkomputer yang menduduki posisi puncak. Superkomputer Termahal di Dunia. Masih dari Jepang. Namanya Fujitsu K, huruf K-nya merupakan inisial dari “kei”. Maknanya yaitu 10 quadrilliun. Pada tahun 2011, TOP500 sempat menempatkan namanya dalam kategori superkomputer tercepat. Kini superkomputer ini menduduki posisi ke-4 untuk yang tercepat di dunia, dengan ukuran kecepatan ada di angka 11 PFLOPS. Sistem komputer “K” ini menguras dana sebesar 140 miliar yen, atau sebesar 1,2 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 16 triliun. Komputer ini memerlukan biaya operasi 10 juta dollar AS (Rp 140 miliar) per tahun, serta penggunaan daya sebesar 9.89 MW. Jumlah itu sepadan dengan 10.000 perumahan kota atau 1 juta dekstop komputer yang terhubung.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.